KPK Dikabarkan akan Pecat Novel Baswedan dan 70-an Pegawai Lain

  • Bagikan
Gedung KPK (dok Liputan6.com)

TERASJATIM.ID —  Komisi Pemberantasan Korupsi  (KPK) dikabarkan akan memecat 75 pegawainya, termasuk penyidik yang selama ini menangani kasus korupsi. Di antaranya adalah Novel Baswedan.

Pemecatan atau pemberhentian pegawai ini merupakan tindak lanjut dari tes wawasan kebangsaan yang digelar KPK belum lama ini.

Tes wawasan kebangsaan dilakukan sebagai  bagian dari alih status pegawai KPK menjadi ASN. Hal itu diatur dalam Undang-undang Komisi Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (UU KPK)

Beberapa sumber mengatakan mayoritas yang dipecat adalah penyidik senior di lembaga antikorupsi tersebut. Salah satunya adalah Novel Baswedan.

“Iya benar, saya mendengar info tersebut,” katanya lewat pesan teks pada Senin, 3 Mei 2021. Ia menduga tes itu sesungguhnya menjadi bagian dari upaya menyingkirkan pegawai independen, di antaranya penyidik dan penyelidik yang diangkat oleh KPK.

Tes wawasan kebangsaan para pegawai KPK itu berlangsung sejak Maret hingga 9 April lalu. Tes ini merupakan konsekuensi dari revisi Undang-Undang KPK pada 2019. Hasil revisi itu mengharuskan seluruh pegawai KPK beralih status menjadi ASN. Selain itu, KPK dimasukkan dalam rumpun eksekutif.

Baca Juga:   Jalur Satu Arah di Jalan Bhayangkara dan Jalan Sudirman Kota Mojokerto Berlaku Hingga Pasca-Idulfitri

Sumber lain mengatakan rata-rata penyidik yang dipecat pernah menjadi kepala satuan tugas dalam penanganan sejumlah perkara korupsi kakap di KPK.

Perkara korupsi yang mereka tangani, antara lain, adalah kasus suap terhadap anggota Komisi Pemilihan Umum Wahyu Setiawan yang menyeret Harun Masiku, kader Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) yang sekarang masih buron.

Lalu kasus suap bantuan sosial dalam penanganan Covid-19. Perkara ini menyeret Menteri Sosial dari PDIP Juliari Peter Batubara. Dua politikus PDIP, yakni Herman Hery dan Ihsan Yunus, juga terseret dalam kasus ini.

Tempo.co

  • Bagikan